Rabu, 13 Mei 2015

EDUCATION

Kemampuan Membaca Sebagai Modal Keberhasilan

Kemauan dan kemampuuan membaca sedemikian penting dalam hidup ini. Orang yang pintar membaca  biasanya  akan mendapatkan kesuksesan. Sebaliknya, orang yang  selalu gagal dalam usahanya,  banyak disebabakan oleh kesalahan atau kelemahan dalam membaca.  Oleh karena itu,  kemampuan membaca menjadi sangat penting bagi siapa saja yang ingin sukses.
Masih terkait dengan hal tersebut,  para pebisnis  sukses biasanya  karena yang  bersangkutan pintar  membaca peluang-peluang usahanya. Seseorang jangan berharap sukses kalau ia tidak mampu membaca keadaan. Sebagai contoh kecil, banyak kita saksikan pengembang perumahan bangkrut, oleh karena salah membaca dan  memilih lokasi. Bentuk bangunan yang didirikan adalah bagus. Akan tetapi karena ia  salah dalam menghitung selera pasar, maka rumah-rumah yang dipasarkan tidak ada yang membeli. Akhirnya bangkrut.
Selain itu, akhir-akhir ini banyak  kita saksikan  rumah-rumah di pinggir jalan besar dijual,  lalu dibangun ruko atau rumah toko. Sebagian di antaranya cepat laku, tetapi banyak lainnya  tidak ada yang membeli.  Para pembeli yang cerdas dan pintar membaca lokasi yang tepat untuk bisnis, maka akan mengambil ruko yang sekiranya cocok untuk usaha. Sekalipun lebih mahal, ruko tertentu dibeli dan sebaliknya yang  lainnya,  walaupun murah tidak ditawar, karena tidak menguntungkan untuk bisnis apapun.
Melihat kenyataan itu, maka sebenarnya terdapat orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan membaca secara tepat. Contoh  dalam bisnis ini juga sama dalam bidang-bidang lainnya.   Ada  sementara orang yang pintar membaca  politik, hukum, pendidikan, sosial keagamaan, dan lain-lain. Orang-orang yang pintar membaca bidang-bidang tertentu akan mendapatkan keuntungan atau kemenangan. Begitru pula sebaliknya,  seseorang akan mengalami kerugian atau kalah,  oleh karena yang bersangkutan  tidak mampu membaca keadaan.
Kemampuan membaca ternyata tidak selalu dimiliki oleh setiap orang. Ada kalanya seseorang memiliki  bakat dan kemudian dikembangkan. Akan tetapi kemampuan  membaca bisa didapatkan dari berlatih. Seseorang mahasiswa yang belajar penelitian, pada hakekatnya adalah belajar membaca. Begitu pula, seseorang yang menempuh pendidikan di tingkat sarjana dan apalagi pascasarjana, diharuskan menulis karya ilmiah dari hasil penelitian.  Kegiatan  itu pada hakekatnya adalah melatih yang bersangkutan  agar mereka mampu membaca.
Betapa pentingnya kegiatan membaca itu dilakukan, hingga  ayat al Qur’an yang pertama kali diturunkan adalah perintah membaca. Begitu pula, misi rasulullah yang disebutkan pertama kali adalah melakukan tilawah, yang artinya juga membaca. Namun kegiatan membaca itu harus dilakukan secara benar. Oleh karena itu, di dalam rangkaian ayat tersebut disebutkan bahwa dalam membaca  seharusnya dilakukan dengan mengatas-namakan Tuhan. Artinya dalam kegiatan membaca itu harus didasarkan pada niat yang benar,  dilakukan dengan cara dan maksud  yang benar pula.
Dalam kehidupan ini banyak kita saksikan orang-orang yang meraih sukses dan juga sebaliknya, yaitu orang-orang yang selalu gagal.  Keberhasilan itu  biasanya diraih oleh orang-orang yang pintar membaca. Para pengusaha besar dan sukses, ternyata mereka memang  pintar  membaca peluang-peluang usaha. Demikian pula, orang yang sukses di bidang politik, ternyata mereka memiliki ketajaman dalam melihat di bidang itu. Sudah barang tentu,  para tokoh-tokoh  yang memiliki pengaruh dan  prestasi besar adalah oleh karena yang bersangkutan berhasil  membaca peluang dan kekuatan-kekuatan  yang selalu terjadi, berkembang, dan berubah.
Lembaga pendidikan, apapun jenis dan tingkatannya mestinya digunakan untuk melatih peserta didiknya agar memiliki kemampuan dan ketajaman dalam membaca itu. Namun  sayangnya, berbagai bidang studi atau pelajaran yang diberikan kepada peserta didik,  tidak selalu diorientasikan untuk melatih membaca, melainkan hanya  sekedar agar yang bersangkutan mengenali mata pelajaran atau mata kuliah yang dipelajarinya.

Dalam kenyataan sehari-hari, para siswa atau mahasiswa  diajari ilmu-ilmu dasar seperti fisika, biologi, kimia, psikologi, sosiologi, sejarah dan lain-lain. Namun setelah lulus ternyata yang bersangkutan belum bisa menggunakannya sebagai alat untuk membaca. Mata pelajaran tersebut akhirnya hanya menjadi beban.  Lebih aneh lagi, setelah lulus mata pelajaran tersebut segera dilupakan. Sehingga   seolah-olah,mata pelajaran tersebut tidak ada gunanya. Padahal  semua itu seharusnya digunakan untuk mempertajam kemampuan membaca bidangnya masing-masing,  agar mereka sukses dalam menjalani hidupnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar