Senin, 18 Mei 2015

MEMBANGUN RASA PD



Perasaan Takut

Kiranya semua orang memiliki rasa takut. Hanya saja tingkatannya  berbeda-beda. Ada sementara orang yang  amat penakut. Dengan apa saja mereka takut, hingga  keluar rumah dalam keadaan gelap saja tidak berani. Sebaliknya, ada orang yang disebut pemberani. Terhadap hal-hal tertentu saja perasaan takutnya muncul.   Perasaan takut tidak bisa dihilangkan sama sekali, sekalipun yang bersangkutan sudah tua.
Lawan dari perasaan takut adalah pemberani. Seorang pemberani tidak mudah takut dengan sesuatu yang dianggap  berbahaya. Orang yang berjiwa  pemberani biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dengan siapapun, orang pemberani merasa mampu menghadapi.  Mereka tidak memiliki perasaan was-was, atau takut dikalahkan.
Sebenarnya perasaan  takut terehadap sesuatu tidak ada gunanya. Perasaan takut  sebenarnya hanya boleh ditujukan terhadap Tuhan. Selain itu, manusia tidak perlu takut dengan siapapun. Munculnya rasa takut hanya pertanda bahwa yang bersangkutan memiliki jiwa kecil, rendah,  dan merasa menyandang banyak kekurangan.
Rasa takut itu sebenarnya  membahayakan. Orang yang selalu ragu terhadap apa saja, termasuk tatkala mengambil keputusan, maka menunjukkan bahwa yang bersangkutan dihantui oleh rasa takut itu. Oleh karena itu, perasaan rendah diri,  perasaan  bersalah, dan atau perasaan memiliki  kekurangan,  harus segera dihilangkan, agar perasaan takut pada dirinya itu segera hilang.
Sebaliknya, seseorang harus  membangun percaya diri.  Seseorang yang  telah melakukan kesalahan atau kekeliruan, maka harus segera saja meminta maaf. Andaikan  kesalahan itu terhadap Tuhan, maka harus segera beristighfar. Sebab  perasaan salah atau dirinya serba kekurangan  akan  menjadikan yang bersangkutan  memiliki sifat rendah diri, peragu,  dan merasa takut.
Perasaan takut yang berlebihan pada diri seseorang akan menganggu dirinya sendiri. Seseorang yang peragu, tidak percaya pada diri sendiri, maka akibatnya  hanya sebatas berpidato di muka umum saja menjadi gemetar, takut  disalahkan, kekurangan bahan, atau pidatonya dianggap tidak menarik.
Oleh karena itu perasaan takut itu harus dihilangkan. Rasulullah, Muhammad saw., menganjurkan agar seseorang memiliki keberanian. Bahkan sifat berani dipandang sebagai bagian dari keimanan seseorang.  Seorang muslim tidak selayaknya memelihara perasaan takut kepada semua hal, kecuali terhadap Allah swt.
Apalagi,  seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki sifat pemberani. Pemimpin yang berjiwa penakut, maka tatkala mengambil keputusan tidak akan tepat. Oleh karena ketakutannya itu, maka tatkala mengambil keputusan hanya akan  berorientasi agar dirinya selamat. Pada hal yang utama bagi seorang pemimpin adalah harus menyelamatkan bagi semua yang dipimpinnya. Bukan sebaliknya, yaitu agar dirinya dan kelompoknya saja yang selamat. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar