Perasaan Takut
Kiranya
semua orang memiliki rasa takut. Hanya saja tingkatannya berbeda-beda.
Ada sementara orang yang amat penakut. Dengan apa saja mereka takut,
hingga keluar rumah dalam keadaan gelap saja tidak berani. Sebaliknya,
ada orang yang disebut pemberani. Terhadap hal-hal tertentu saja perasaan
takutnya muncul. Perasaan takut tidak bisa dihilangkan sama sekali,
sekalipun yang bersangkutan sudah tua.
Lawan dari
perasaan takut adalah pemberani. Seorang pemberani tidak mudah takut dengan
sesuatu yang dianggap berbahaya. Orang yang berjiwa pemberani
biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dengan siapapun, orang
pemberani merasa mampu menghadapi. Mereka tidak memiliki perasaan
was-was, atau takut dikalahkan.
Sebenarnya
perasaan takut terehadap sesuatu tidak ada gunanya. Perasaan takut
sebenarnya hanya boleh ditujukan terhadap Tuhan. Selain itu, manusia tidak
perlu takut dengan siapapun. Munculnya rasa takut hanya pertanda bahwa yang
bersangkutan memiliki jiwa kecil, rendah, dan merasa menyandang banyak
kekurangan.
Rasa takut
itu sebenarnya membahayakan. Orang yang selalu ragu terhadap apa saja,
termasuk tatkala mengambil keputusan, maka menunjukkan bahwa yang bersangkutan
dihantui oleh rasa takut itu. Oleh karena itu, perasaan rendah diri,
perasaan bersalah, dan atau perasaan memiliki kekurangan,
harus segera dihilangkan, agar perasaan takut pada dirinya itu segera hilang.
Sebaliknya,
seseorang harus membangun percaya diri. Seseorang yang telah
melakukan kesalahan atau kekeliruan, maka harus segera saja meminta maaf.
Andaikan kesalahan itu terhadap Tuhan, maka harus segera beristighfar.
Sebab perasaan salah atau dirinya serba kekurangan akan
menjadikan yang bersangkutan memiliki sifat rendah diri, peragu,
dan merasa takut.
Perasaan
takut yang berlebihan pada diri seseorang akan menganggu dirinya sendiri.
Seseorang yang peragu, tidak percaya pada diri sendiri, maka akibatnya
hanya sebatas berpidato di muka umum saja menjadi gemetar, takut
disalahkan, kekurangan bahan, atau pidatonya dianggap tidak menarik.
Oleh karena
itu perasaan takut itu harus dihilangkan. Rasulullah, Muhammad saw.,
menganjurkan agar seseorang memiliki keberanian. Bahkan sifat berani dipandang
sebagai bagian dari keimanan seseorang. Seorang muslim tidak selayaknya
memelihara perasaan takut kepada semua hal, kecuali terhadap Allah swt.
Apalagi,
seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki sifat pemberani. Pemimpin yang
berjiwa penakut, maka tatkala mengambil keputusan tidak akan tepat. Oleh karena
ketakutannya itu, maka tatkala mengambil keputusan hanya akan
berorientasi agar dirinya selamat. Pada hal yang utama bagi seorang pemimpin adalah
harus menyelamatkan bagi semua yang dipimpinnya. Bukan sebaliknya, yaitu agar
dirinya dan kelompoknya saja yang selamat. Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar