Senin, 18 Mei 2015

MOTIVASI



Menjadi Orang Besar


Bagaimana menjadi orang besar. Orang besar yang dimaksud  itu adalah mereka  yang memiliki berbagai kelebihan,  misalnya  pengaruh yang luas, ilmu yang dibutuhkan  oleh banyak orang, dan menjadi tauladan bagi masyarakat luas. 
Memang semua orang menginkan agar keberadaan dirinya menjadi dianggap penting oleh banyak orang. Akan tetapi tidak semua orang  berhasil meraih posisi yang membanggakan itu. Bahkan juga banyak orang tidak tahu bagaimana jalan yang harus ditempuh untuk meraih posisi tersebut.
Selain itu dalam kenyataannya  tidak banyak orang yang dipandang sebagai orang besar. Padahal sebenarnya,  keinginan menjadi orang besar  tidak  sulit diraih.  Posisi itu  terbuka bagi siapapun  yang memang menghendakinya.  
Disebut sebagai orang besar biasanya diukur dari seberapa luas yang bersangkutan  dikenal dan berhasil  memberi sesuatu kepada orang lain. Sebaliknya seseorang disebut sebagai orang kecil hanya karena apa yang dipikirkan dan dilakukan terbatas untuk kepentingan dirinya sendiri dan  keluarganya.
Jika ukurannya adalah seperti disebutkan itu, maka semua orang berpotensi atau terbuka untuk bisa menjadi orang besar.  Disebut sebagai orang besar, manakala seseorang memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut. Pertama,  bahwa orang dimaksud dalam hidupnya selalu memikirkan dan berbuat untuk melapangkan  orang lain. Mereka tidak mau hanya berpikir dan melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri.
Kedua, bahwa orang besar mampu  berpikir jangka panjang. Mereka tidak saja memikirkan kebutuhan hari ini atau  sekarang,  tetapi selalu berpikir tentang kebutuhan jauh ke depan. Oleh karena itu, orang besar tidak pernah gagap tatkala menghadapi sesuatu persoalan, oleh karena apa yang dialami itu telah diperhitungkan dan atau diprediksi jauh sebelumnya.
Ketiga, orang besar biasanya berani berkorban dan menanggung resiko atas keputusan-keputusan yang diambilnya. Banyak orang merasa takut  menghadapi resiko dan atau tidak mau berkorban untuk orang lain. Mereka hanya mau menerima, tetapi sebaliknya,  tidak mau memberikan sesuatu kepada orang lain. Orang besar tidak pernah memiliki sifat pelit.
Keempat, orang besar mampu menjaga diri agar  bisa dipercaya dan mau mempercayai orang lain.  Mereka sanggup mengemban amanah dan juga mau memberikan kepercayaan kepada orang lain. Orang yang selalu tidak percaya terhadap orang lain, maka apa saja akan ditangani sendiri. Orang seperti itu pertanda, bahwa jiwanya adalah kecil.
Kelima, orang besar selalu berusaha bagaimana agar orang lain mendapatkan keuntungan, menjadi lebih mudah, merasa aman, dan dilapangkan atau dihilangkan apa saja yang menjadi rintangannya. Kegembiraan orang besar tatkala melihat orang lain bergembira dan mendapatkan keuntungan dan bukan sebaliknya.
Selain yang disebutkan itu, tentu masih banyak ciri-ciri   lainnya sebagai sosok orang yang disebut sebagai orang besar, misalnya mudah memberi maaf atas kesalahan orang lain, mau menghargai prestasi seseorang,  berani mengakui atas kekeliruan dan  kesalahan yang diperbuatnya dan selanjutnya meminta maaf dan  lain-lain.
Kesimpulannya bahwa sebenarnya kebesaran seseorang adalah terletak di hati atau jiwa yang bersangkutan. Seseorang yang memiliki jiwa dan hati besar, maka akan mampu menampung dan menyelesaikan berbagai macam kebutuhan, keinginan,  dan harapan orang lain.
Oleh karena itu kebesaran seseorang sebenarnya  terletak pada pikiran, jiwa dan  hati  yang bersangkutan. Siapapun orangnya yang selalu berusaha untuk memberi manfaat bagi orang lain, maka mereka itu telah menduduki posisi terbaik, dan pantas disebut  sebagai orang besar, di manapun mereka berada, kapan,  dan apapun jabatan atau posisi yang ditempati. Wallahu a’lam.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar