Menjadi Orang Besar
Bagaimana menjadi orang besar.
Orang besar yang dimaksud itu adalah mereka yang memiliki berbagai
kelebihan, misalnya pengaruh yang luas, ilmu yang dibutuhkan
oleh banyak orang, dan menjadi tauladan bagi masyarakat luas.
Memang semua
orang menginkan agar keberadaan dirinya menjadi dianggap penting oleh banyak
orang. Akan tetapi tidak semua orang berhasil meraih posisi yang
membanggakan itu. Bahkan juga banyak orang tidak tahu bagaimana jalan yang
harus ditempuh untuk meraih posisi tersebut.
Selain itu
dalam kenyataannya tidak banyak orang yang dipandang sebagai orang besar.
Padahal sebenarnya, keinginan menjadi orang besar tidak sulit
diraih. Posisi itu terbuka bagi siapapun yang memang
menghendakinya.
Disebut
sebagai orang besar biasanya diukur dari seberapa luas yang bersangkutan
dikenal dan berhasil memberi sesuatu kepada orang lain. Sebaliknya
seseorang disebut sebagai orang kecil hanya karena apa yang dipikirkan dan
dilakukan terbatas untuk kepentingan dirinya sendiri dan keluarganya.
Jika
ukurannya adalah seperti disebutkan itu, maka semua orang berpotensi atau
terbuka untuk bisa menjadi orang besar. Disebut sebagai orang besar,
manakala seseorang memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut. Pertama,
bahwa orang dimaksud dalam hidupnya selalu memikirkan dan berbuat untuk
melapangkan orang lain. Mereka tidak mau hanya berpikir dan melakukan
sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri.
Kedua, bahwa
orang besar mampu berpikir jangka panjang. Mereka tidak saja memikirkan
kebutuhan hari ini atau sekarang, tetapi selalu berpikir tentang
kebutuhan jauh ke depan. Oleh karena itu, orang besar tidak pernah gagap
tatkala menghadapi sesuatu persoalan, oleh karena apa yang dialami itu telah
diperhitungkan dan atau diprediksi jauh sebelumnya.
Ketiga, orang
besar biasanya berani berkorban dan menanggung resiko atas keputusan-keputusan
yang diambilnya. Banyak orang merasa takut menghadapi resiko dan atau
tidak mau berkorban untuk orang lain. Mereka hanya mau menerima, tetapi
sebaliknya, tidak mau memberikan sesuatu kepada orang lain. Orang besar
tidak pernah memiliki sifat pelit.
Keempat, orang
besar mampu menjaga diri agar bisa dipercaya dan mau mempercayai orang
lain. Mereka sanggup mengemban amanah dan juga mau memberikan kepercayaan
kepada orang lain. Orang yang selalu tidak percaya terhadap orang lain, maka
apa saja akan ditangani sendiri. Orang seperti itu pertanda, bahwa jiwanya
adalah kecil.
Kelima, orang
besar selalu berusaha bagaimana agar orang lain mendapatkan keuntungan, menjadi
lebih mudah, merasa aman, dan dilapangkan atau dihilangkan apa saja yang
menjadi rintangannya. Kegembiraan orang besar tatkala melihat orang lain
bergembira dan mendapatkan keuntungan dan bukan sebaliknya.
Selain yang
disebutkan itu, tentu masih banyak ciri-ciri lainnya sebagai sosok
orang yang disebut sebagai orang besar, misalnya mudah memberi maaf atas
kesalahan orang lain, mau menghargai prestasi seseorang, berani mengakui
atas kekeliruan dan kesalahan yang diperbuatnya dan selanjutnya meminta
maaf dan lain-lain.
Kesimpulannya bahwa
sebenarnya kebesaran seseorang adalah terletak di hati atau jiwa yang
bersangkutan. Seseorang yang memiliki jiwa dan hati besar, maka akan mampu
menampung dan menyelesaikan berbagai macam kebutuhan, keinginan, dan
harapan orang lain.
Oleh karena
itu kebesaran seseorang sebenarnya terletak pada pikiran, jiwa dan
hati yang bersangkutan. Siapapun orangnya yang selalu berusaha untuk
memberi manfaat bagi orang lain, maka mereka itu telah menduduki posisi terbaik,
dan pantas disebut sebagai orang besar, di manapun mereka berada, kapan,
dan apapun jabatan atau posisi yang ditempati. Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar